<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rieza Pahlevi for Prudential</title>
	<atom:link href="http://riezapahlevi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://riezapahlevi.wordpress.com</link>
	<description>Always Listening always understanding</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2009 06:25:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='riezapahlevi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rieza Pahlevi for Prudential</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://riezapahlevi.wordpress.com/osd.xml" title="Rieza Pahlevi for Prudential" />
	<atom:link rel='hub' href='http://riezapahlevi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Merancang Tabungan Masa Depan Bagi Pasangan Muda</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/09/14/merancang-tabungan-masa-depan-bagi-pasangan-muda/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/09/14/merancang-tabungan-masa-depan-bagi-pasangan-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 02:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Menabung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Siapa pun orangnya pasti membutuhkan tabungan sebagai dana cadangan yang akan membantu di kala kesusahan. Terlebih bagi pasangan muda yang sedang belajar mandiri dan mencoba belajar untuk tidak tergantung pada keuangan belas kasih orang tua. Jika semasa lajang Anda belum berencana menabung, maka saat memulai hidup baru adalah waktu yang tepat untuk melatih diri menabung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=235&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/09/pasangan.jpg?w=300&#038;h=174" alt="Pasangan-" title="Pasangan-" width="300" height="174" class="alignleft size-medium wp-image-234" /></p>
<p>Siapa pun orangnya pasti membutuhkan tabungan sebagai dana cadangan yang akan membantu di kala kesusahan. Terlebih bagi pasangan muda yang sedang belajar mandiri dan mencoba belajar untuk tidak tergantung pada keuangan belas kasih orang tua.</p>
<p>Jika semasa lajang Anda belum berencana menabung, maka saat memulai hidup baru adalah waktu yang tepat untuk melatih diri menabung bersama pasangan. Mengapa tepat? Karena pada fase ini belum ada anak yang menjadi tanggungan. Lebih baik sedikit terlambat daripada tidak menabung sama sekali!</p>
<p>Pada tahapan ini, mulailah belajar untuk mengerem diri dan tidak berhura-hura. Ada baiknya jika Anda dan pasangan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Selain untuk lebih mendekatkan diri dan mengenal karakter pasangan lebih dekat. Anda pun bisa belajar berhemat uang yang sedianya digunakan untuk anggaran hiburan, bisa ditabung untuk keperluan masa depan.</p>
<p><span id="more-235"></span></p>
<p>Bentuknya tak selalu harus berupa tabungan harian atau deposito saja. Bisa juga berupa reksadana, emas batangan, perhiasan atau investasi lainnya. Bisa juga berupa tanah atau rumah, karena investasi dalam bidang properti umumnya selalu bertambah nilainya setiap tahun.</p>
<p>Intinya, tempatkan dana pada pos-pos tertentu yang bisa memberikan peluang kepastian. Peningkatan dana dalam jangka waktu tertentu. Satu hal lagi, pertimbangkan pula proses pencairannya.</p>
<p>Sebagai contoh, jika anda memutuskan untuk berinvestasi dalam bidang properti, pastikan bahwa daerah pilihan Anda memiliki akses dan sarana serta prasarana yang mendukung, sehingga Anda tak menemui kesulitan ketika membutuhkan uang dan ingin menjualnya.</p>
<p>Dengan perencanaan keuangan yang matang dan tepat, niscaya tak akan ada masalah yang berarti dalam pengelolaan anggaran rumah tangga di masa yang akan datang. Oleh karena itu, jangan pernah menunda menabung karena tak ada yang tahu kapan masa sulit itu datang. Ayo menabung!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=235&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/09/14/merancang-tabungan-masa-depan-bagi-pasangan-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/09/pasangan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pasangan-</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proteksi kehidupan kita</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/08/03/proteksi-kehidupan-kita/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/08/03/proteksi-kehidupan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 04:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan Anda antara lain adalah: 1. Kematian 2. Kecelakaan 3. Sakit 4. Musibah pada rumah 5. Musibah pada kendaraan 6. Pemutusan Hubungan Kerja Tiga Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Memproteksi Akibat Risiko Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya “MILIKI PROTEKSI” Bagaimana melakukannya? ada tiga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=228&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan Anda<br />
antara lain adalah:<br />
1. Kematian<br />
2. Kecelakaan<br />
3. Sakit<br />
4. Musibah pada rumah<br />
5. Musibah pada kendaraan<br />
6. Pemutusan Hubungan Kerja<br />
Tiga Hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Memproteksi Akibat Risiko<br />
Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya<br />
<strong>“MILIKI PROTEKSI”</strong><br />
Bagaimana melakukannya? ada tiga, yaitu:<br />
1. Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian. Syukur kalau dari beberapa dari jenis jasa asuransi itu sudah dibayari oleh kantor. Kalau tidak, beli saja dengan biaya sendiri.</p>
<p><span id="more-228"></span></p>
<p>Ada tiga jenis jasa asuransi yang umumnya dikenal.<br />
<strong>Pertama, Asuransi Jiwa. </strong><br />
Dengan asuransi ini, bila terjadi risiko kematian pada diri Anda, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang yang biasa disebut Uang Pertanggungan kepada ahli waris Anda. Uang Pertanggungan inilah yang nanti diharapkan bisa dikelola oleh ahli waris Anda. Ada bermacam-macam asuransi jiwa, ada yang konvensional, ada juga yang modern. Untuk mendapatkan produk asuransi jiwa gampang koq. Datang saja ke perusahaan asuransi yang biasanya mempunyai nama diakhiri dengan kata “jiwa” atau “life”. Asuransi Jiwa<br />
Bersama Bumiputera misalnya, Manulife, atau Sunlife. Allianz Life juga. Ada pula Prudential.<br />
<strong>Kedua, Asuransi Kesehatan.</strong><br />
Asuransi kesehatan adalah program asuransi yang memberikan penggantian biaya kesehatan yang sifatnya untuk penyembuhan<br />
(sekali lagi, penyembuhan, bukan pemeliharaan). Biaya kesehatan itu terbagi atas:<br />
a. Perawatan, dan<br />
b. Penyembuhan Sakit.<br />
Perawatan, misalnya membeli vitamin atau check up rutin. Penyembuhan sakit, contohnya untuk biaya dokter, berobat, operasi, bahkan biaya rumah sakit. Harus kemanakah kita kalau ingin mencari produk asuransi kesehatan? Di Indonesia, produk-produk asuransi kesehatan banyak dijual oleh Perusahaan Asuransi Jiwa, baik sebagai produk utama yang berdiri sendiri atau sebagai produk yang ditempelkan pada Asuransi Jiwa.<br />
<strong>Ketiga, Asuransi Kerugian</strong>.<br />
Asuransi ini biasanya memberikan uang pertanggungan kalau-kalau properti atau barang-barang Anda (seperti rumah atau kendaraan) kena musibah. Contohnya, kebakaran rumah atau kecelakaan kendaraan di jalan raya.<br />
Jadi, dengan membeli produk asuransi kerugian, Anda sebetulnya sudah<br />
melakukan proteksi untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu pada rumah Anda, misalnya Kalau terjadi kebakaran di rumah Anda, sebetulnya Anda mengalami kerugian sebesar nilai bangunan dan isinya. Mengapa “tanah” tidak dihitung? Oleh karena, tanah kan nggak kena risiko fatal. Kalaupun terjadi, paling banter tanah itu toh jadi empang.<br />
Jadi, kalau Anda ingin mengasuransikan rumah dan isinya, sebetulnya yang diasuransikan itu adalah bangunan dan isinya.</p>
<p>2. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau Anda kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan uang pesangon, atau kalau uang pesangonn Anda sangat kecil.</p>
<p>3. Miliki Sumber Penghasilan Lain di Luar Gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji Anda yang sewaktuwaktu bisa saja terancam berhenti.</p>
<p>Oleh : Safir Senduk</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=228&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/08/03/proteksi-kehidupan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Penyebab Ortu Tidak Menyiapkan Biaya Pendidikan Anaknya</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/07/28/tiga-penyebab-ortu-tidak-menyiapkan-biaya-pendidikan-anaknya/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/07/28/tiga-penyebab-ortu-tidak-menyiapkan-biaya-pendidikan-anaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 09:01:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan dan biaya hidup adalah kata pertama yang kerap muncul di benak orang tua ketika anaknya lahir ke dunia. Suka tak suka, mau tidak mau, mereka akan membayangkan untuk menyiapkan kedua hal itu di kemudian hari. Dan bagi orang tua yang betul-betul menyadari pentingnya pendidikan, pasti akan memberikan perhatian besar pada persoalan yang satu ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=202&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/07/uang.jpg?w=150&#038;h=114" alt="uang" title="uang" width="150" height="114" class="alignleft size-thumbnail wp-image-203" /></p>
<p>Pendidikan dan biaya hidup adalah kata pertama yang kerap muncul di benak orang tua ketika anaknya lahir ke dunia. Suka tak suka, mau tidak mau, mereka akan membayangkan untuk menyiapkan kedua hal itu di kemudian hari. Dan bagi orang tua yang betul-betul menyadari pentingnya pendidikan, pasti akan memberikan perhatian besar pada persoalan yang satu ini.</p>
<p>Hanya, meskipun tahu arti pentingnya pendidikan, tak banyak orang tua betul-betul serius menyiapkan dana pendidikan anak-anaknya. Banyak orang tua selama ini hanya memikirkan kerja dan kerja setiap hari tanpa berusaha menyisihkan uang. </p>
<p>&#8220;Mungkin karena mereka berpikir pekerjaan mereka akan selalu awet sampai nanti anak-anaknya sekolah dan menyelesaikan pendidikannya, mereka tidak sadar bahwa segala risiko bisa saja terjadi,&#8221; ujar perencana keuangan Safir Senduk. </p>
<p>Menurutnya, memang, ada tiga kondisi yang selama ini kerap membuat para orang tua tidak mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anaknya. Tiga kondisi itu antara lain: </p>
<p>- Orang tua merasa, bahwa kondisi keuangannya saat ini masih baik dan akan terus bertahan sampai nanti ketika anak-anaknya masuk sekolah</p>
<p>- Orang tua merasa, bahwa biaya sekolah tidak akan naik</p>
<p>- Orang tua merasa, bahwa selama kondisi fisik dan jiwanya masih sehat mereka akan selalu merasa mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, termasuk pendidikan<br />
<span id="more-202"></span></p>
<p>S<strong>iap atau Tidak, Harus Siap! </strong></p>
<p>Untuk itulah, kata Safir Senduk, tanpa perencanaan matang dan sedini mungkin, tak salah jika orang tua seperti dibuat kalang kabut saat anak-anaknya telah memasuki usia sekolah.</p>
<p>Ada tiga alasan utama yang menurut Safir orang tua harus menyiapkan dana pendidikan sedini mungkin, yaitu sekarang dan bukan nanti, yaitu:</p>
<p>- Camkan di dalam benak, bahwa biaya pendidikan saat ini mahal dan akan naik terus</p>
<p>- Kondisi ekonomi tidak selalu bagus</p>
<p>- Fisik mereka sebagai orang tua tidak selalu sehat</p>
<p>&#8220;Hitung dari sekarang keuangan Anda, dan jangan pernah menunda-nunda untuk menyisihkan pendidikan dari hitungan-hitungan itu, karena Anda tidak akan pernah sadar akan apa yang akan terjadi kelak di kemudian hari,&#8221; tukas Safir.</p>
<p>Biaya pendidikan saat ini masih mahal, dan akan selalu naik terus. Nah, bagaimana cara Anda menghitung biaya pendidikan saat ini, untuk kemudian Anda hitung dan perkirakan sebagai biaya pendidikan saat anak Anda benar-benar masuk sekolah, kelak?</p>
<p>Sampai saat ini, biaya pendidikan menjadi salah satu pos pengeluaran yang tidak terhindar dari inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa. Menurut pakar perencana keuangan Safir Senduk, inflasi merupakan hal yang paling ditakutkan oleh orang yang tinggal di suatu negara, termasuk Indonesia.</p>
<p>Namun, hal itu tidak perlu dirisaukan. Karena ketika pendidikan bagi anak-anak Anda sudah direncanakan dengan baik dan biayanya pun sudah dihitung dengan cermat, Anda tidak akan menemui masalah.</p>
<p>Untuk itu, simak beberapa langkah dan contoh sederhana di bawah ini sebagai hasil olah rencana keuangan yang diberikan oleh Safir Senduk.</p>
<p>Ambil contoh, anak Anda tahun ini berumur 1 tahun. Rencananya, di usianya yang keenam nanti Anda akan memasukkannya ke Sekolah Dasar swasta &#8220;A&#8221;, yang biaya masuknya tahun ini sebesar Rp 15 juta. Nah, kira-kira, berapa besarnya biaya masuk SD &#8220;A&#8221; saat anak Anda berusia enam tahun?</p>
<p>- Pertama, jadikan inflasi sebagai patokan Anda menghitungnya.</p>
<p>- Jika inflasi mencapai 10 persen, berarti suatu barang yang tadinya seharga Rp 1 juta, setelah setahun harga barang tersebut mencapai Rp 1,1 juta</p>
<p>- Nah, jika biaya masuk ke SD &#8220;A&#8221; tahun ini sebesar Rp 15 juta, dengan inflasi 10 % (persen), maka biaya masuk SD tersebut tahun depan adalah 16.500.000.</p>
<p>- Caranya menghitung: 15.000.000 x 1,1 (10 %)  = 16.500.000 juta</p>
<p>- Tahun berikutnya atau tahun kedua, langkah yang dilakukan juga begitu, yaitu 16.500.000 x 1,1 = Rp 18.150.000 juta</p>
<p>- Begitulah seterusnya Anda menghitung hingga memeroleh angka pada tahun keenam. Yaitu, dengan mengalikan jumlah biaya di tahun yang terakhir dengan 10 persen atau 1,1 tahun</p>
<p>- Selamat mencoba!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=202&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/07/28/tiga-penyebab-ortu-tidak-menyiapkan-biaya-pendidikan-anaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/07/uang.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">uang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanyakan kepada diri anda&#8230;.</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/06/04/tanyakan-kepada-diri-anda/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/06/04/tanyakan-kepada-diri-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 14:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Anda mungkin sudah sering mendengar banyak iklan asuransi yang beredar, hanya dengan beberapa ratus ribu per bulan anda sudah bisa memberikan jaminan bagi keluarga hingga Rp. xxx juta. Kedengarannya sangat menarik bukan? Iklan seperti ini biasanya mengacu pada asuransi jenis term life. Sesuai dengan namanya, asuransi jenis term life memberikan perlindungan untuk jangka waktu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=198&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/06/waktu.jpg?w=150&#038;h=112" alt="waktu" title="waktu" width="150" height="112" class="alignleft size-full wp-image-199" /></p>
<p>Anda mungkin sudah sering mendengar banyak iklan asuransi yang beredar, hanya dengan beberapa ratus ribu per bulan anda sudah bisa memberikan jaminan bagi keluarga hingga Rp. xxx juta.</p>
<p>Kedengarannya sangat menarik bukan?</p>
<p>Iklan seperti ini biasanya mengacu pada asuransi jenis term life.<br />
Sesuai dengan namanya, asuransi jenis term life memberikan perlindungan untuk jangka waktu yang terbatas/tertentu seperti 10, 20 bahkan 30 tahun.</p>
<p>Sangat sederhana, jika anda mendadak harus meninggalkan keluarga untuk selamanya, polis asuransi masih bisa memberikan benefit bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi banyaknya jenis asuransi dan pilihan fasilitas perlindungan yang tersedia saat ini bisa membingungkan orang yang masih awam.<br />
Apakah asuransi term life akan membayar klaim kepada anda?</p>
<p>Tanyakan kepada diri anda beberapa pertanyaan di bawah ini :</p>
<p><span id="more-198"></span></p>
<p></strong>1. Apa yang hendak saya capai<strong><br />
Sebelum anda membeli asuransi jiwa jenis apa pun, pikirkan dahulu, mengapa anda membelinya.<br />
Apakah anda ingin melindungi keluarga anda jika mendadak anda, maaf, &#8216;mati muda&#8217;?<br />
Apakah anda sudah menyediakan tabungan yang cukup untuk kebutuhan mendadak?<br />
Apakah anda masih mempunyai hutang kepada pihak lain yang wajib dilunasi dalam waktu dekat?<br />
Apakah anda hanya ingin menyediakan uang untuk disumbangkan ke yayasan sosial nantinya?</p>
<p>Pahami bahwa membeli asuransi berarti anda berkomitmen untuk tujuan jangka panjang, anda harus (kalau saya boleh memakai istilah) membayar premi untuk waktu yang lama, jika anda masih punya komitmen keuangan yang harus diselesaikan, prioritaskan terlebih dahulu, sebagai alternatifnya, cari jenis asuransi lain yang lebih fleksibel.</p>
<p></strong>2. Apa saja pilihan yang ada<strong><br />
Kebanyakan orang yang sudah bekerja mempunyai setidaknya 1 jenis asuransi dari dua pilihan ini, entah asuransi perorangan atau pun kelompok.</p>
<p></strong>Kelompok<strong><br />
Kebanyakan perusahaan menyediakan asuransi jenis term life kepada karyawannya sebagai salah satu benefit bekerja di perusahaan tersebut. Biasa disebut &#8216;group term insurance&#8217;, artinya anda mendapatkan perlindungan sebagai bagian dari satu grup perusahaan, jadi perusahaan yang bertindak sebagai pemegang polis asuransi, umumnya pembayaran premi dipotong langsung dari penghasilan bulanan, persyaratannya tidak sulit, cukup mengisi kuesioner singkat mengenai riwayat kesehatan pribadi.<br />
Keuntungannya :<br />
- Mudah, anda bisa dengan gampang mendapatkannya saat melamar pekerjaan di suatu perusahaan, di Indonesia umumnya diwajibkan menggunakan jamsostek, askes tetapi ada juga perusahaan yang menggunakan asuransi dari perusahaan asing.<br />
- Tidak perlu melakukan pemeriksaan medis (medical check-up)<br />
Sebuah surat pernyataan sehat secara jasmani dan rohani serta riwayat kesehatan sudah memenuhi syarat.<br />
- Pembayarannya otomatis<br />
Dilakukan setiap bulan dengan memotong sekian persen dari gaji.</p>
<p></strong>Perorangan<strong><br />
Biasanya jenis asuransi yang diambil secara personal sehingga yang menjadi pemegang polisnya adalah diri sendiri. Mungkin anda diharuskan untuk menjalani pemeriksaan medis (medical check-up), memberikan ijin kepada perusahaan asuransi untuk meneliti riwayat kesehatan anda secara lebih detail.<br />
Kedengarannya sedikit lebih rumit tetapi dengan memiliki asuransi perorangan, ada beberapa nilai plus.<br />
Keuntungannya :<br />
- Praktis<br />
Jika anda pindah bekerja di perusahaan lain, anda tidak perlu takut kehilangan perlindungan asuransi<br />
- Premi<br />
Bisa disesuaikan dengan kemampuan sendiri, jangka waktu yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan<br />
- Fleksibel<br />
Apa pun fasilitas yang ingin anda tambahkan mau pun dikurangi, bisa dilakukan dengan mudah</p>
<p></strong>3. Bagaimana jika saya tidak meninggal?<strong><br />
Hal yang kadang terdengar lucu adalah banyak orang berpikir, mereka akan rugi jika tidak meninggal sehingga tidak ada yang didapatkan, bahkan kalau pun meninggal, yang menikmatinya adalah keluarga yang ditinggalkan.<br />
Jika hal ini juga yang menjadi pikiran anda, coba pahami beberapa hal di bawah :<br />
- Membeli asuransi bukan untuk mendapatkan keuntungan, tetapi lebih kepada menggantikan, mengatasi masalah keuangan jika anda mendadak harus meninggalkan keluarga selamanya.<br />
- Premi selalu naik setiap tahunnya. Banyak asuransi yang menawarkan jangka waktu pembayaran 10,20 atau 30 tahun, menjelang akhir masa pembayaran, anda mempunyai pilihan untuk memperpanjang atau pun menebusnya. Nah premi yang anda bayarkan adalah tetap sampai berakhirnya masa pembayaran, coba tanyakan berapa premi yang harus anda bayar misalnya 10 tahun kemudian untuk besar perlindungan yang sama.<br />
- Mungkin anda hanya perrlu mengambil asuransi selama anda masih mempunyai hutang kredit di bank atau pun sampai anak anda menyelesaikan kuliahnya</p>
<p></strong>4. Bagaimana saya meng-upgrade fasilitas yang telah ada.<strong><br />
Seiring dengan makin kompetitifnya persaingan di antara perusahaan asuransi, untuk jangka waktu beberapa lama, biasanya ada saja fasilitas tambahan yang ditingkatkan sehingga dalam hal ini, klienlah yang diuntungkan.<br />
- Kapan saya bisa meng-upgrade polis asuransi saya<br />
- Bagaimana cara meng-upgradenya</p>
<p></strong>5. Dimana sebaiknya saya membeli polis asuransi.<strong><br />
Anda bisa menghubungi perusahaan asuransi atau pun agent profesional yang bisa memberikan pelayanan lebih personal kepada anda, tanyakan beberapa pertanyaan yang masih membingungkan anda.</p>
<p>Setelah menjawab pertanyaan di atas, anda sudah mempunyai gambaran, apa yang anda butuhkan, bagaimana kemampuan anda, apa yang anda mau, agar keluarga anda bisa hidup tenang di kemudian hari.</p>
<p>________________________________________________________________________</p>
<p></strong>Tips untuk mengatur keuangan anda:<strong></p>
<p></strong>1. Tentukan tujuan keuangan anda<strong><br />
Anda harus menentukan mana yang harus didahulukan, rinci secara jelas mana yang lebih penting untuk anda dan keluarga.<br />
Secara umum tujuan keuangan dibagi 3 :<br />
- Tujuan jangka pendek, contohnya membeli mobil baru, liburan di akhir tahun, pindah ke rumah yang lebih besar<br />
- Tujuan jangka menengah, contohnya mempunyai anak, membuka bisnis yang baru lagi<br />
- Tujuan jangka panjang, contohnya pensiun, kuliah anak</p>
<p>Tentukan dengan jelas, mana yang harus diutamakan.</p>
<p></strong>2. Aset pribadi<strong><br />
Anda harus mengetahui berapa aset bersih yang telah dimiliki. Gambaran sederhananya, aset bersih adalah apa yang anda miliki saat ini dikurangi hutang dan cicilan. Jika usia anda sudah mendekati masa pensiun, warisan termasuk dalam aset pribadi. Warisan turut dijadikan pertimbangan pada saat seorang individu mempunyai urusan dengan hukum, piutang saat meninggal.<br />
Untuk mengetahui gambaran berapa besar aset bersih yang anda miliki saat ini, bisa menggunakan file balance sheet sederhana (lihat attachment excel) .</p>
<p></strong>3. Tentukan anggarannya<strong><br />
Hitung secara rinci anggaran yang diperlukan dan tetapkan tujuan anda pada angka yang sudah dihitung sejak awal. Anda harus berusaha mengatur pengeluaran dengan cermat, pengeluaran jangan sampai melebihi penghasilan, teliti kembali pos pengeluaran yang bisa dihemat lagi, hindari mencari pinjaman untuk menutupi pinjaman, gaya hidup anda, kecuali anda benar-benar dalam keadaan darurat dan yakin penghasilan akan meningkat.</p>
<p></strong>4.Hutang<strong><br />
Hutang tidak disarankan, tetapi jika terpaksa, pinjamlah sebanyak hanya yang anda butuhkan, yang perlu diingat sebelum anda meminjam uang dari bank, pinjamlah hanya sejumlah yang anda butuhkan karena bisa saja bunga pinjaman bisa bertambah, jauh melebihi hutang yang dipinjam. Buat rencana untuk melunasi hutang secepat mungkin, contohnya, selesaikan dahulu hutang yang bunganya tinggi seperti kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA) dll.</p>
<p></strong>5. Sediakan dana cadangan<strong><br />
Untuk kondisi darurat, sediakan dana cadangan sebesar 2-3 kali penghasilan bulanan, hal ini diperlukan untuk berjaga-jaga jika seandainya anda di PHK atau pun karena hal lain. Dana cadangan ini tidak boleh diutak-atik jika keadaannya tidak benar-benar darurat.</p>
<p></strong>6. Menabung<strong><br />
Setelah anda melunasi hutang-hutang yang bunganya tinggi, mulailah menabung secara periodik misalnya bulanan, mingguan untuk tujuan jangka pendek mau pun menengah anda, contohnya liburan ke luar negeri, merenovasi rumah</p>
<p></strong>7. Lindungi aset anda<strong><br />
Lindungi diri dan aset anda. Pastikan anda dan keluarga mempunyai jumlah perlindungan yang mencukupi dari asuransi untuk penyakit kritis, rawat jalan/inap, kecelakaan dan kematian</p>
<p></strong>Beberapa hal yang bisa dijadikan tips dalam mengambil asuransi :<strong><br />
-Apakah anda merupakan sumber penghasilan utama<br />
-Tentukan tujuan keuangan anda<br />
-Pertimbangkan untuk menggunakan jasa pengacara apabila terjadi kondisi diluar rencana awal</p>
<p></strong>8. Rencanakan pensiun<strong><br />
Buat rencana keuangan untuk masa pensiun anda. Apakah anda sudah diikutkan dalam program dana pensiun, DPLK oleh perusahaan, apakah anda mendapatkan subsidi dari perusahaan atau dipotong dari penghasilan rutin anda? Terlepas dari kondisi apakah anda masih mempunyai hutang, pertimbangkan secara bijak untuk mengambilnya.</p>
<p></strong>9. Investasi<strong><br />
Investasi tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sudah mapan secara finansial. Berinvestasi sejak dini membuka peluang berkembangnya aset anda dalam jangka panjang asal dikelola dengan benar. Tanyakan kepada konsultan pajak cara-cara untuk mengurangi pajak yang harus dibayar dari hasil investasi.</p>
<p><strong>10. Duplikasikan pengetahuan anda.<strong><br />
Semakin sering anda mempraktekkan pengetahuan keuangan anda kepada orang lain, semakin mudah anda menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=198&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/06/04/tanyakan-kepada-diri-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/06/waktu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">waktu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta Menarik Berinvestasi Dini</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/30/fakta-menarik-berinvestasi-dini/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/30/fakta-menarik-berinvestasi-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 08:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi abad ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada alasan untuk tidak menabung atau berinvestasi. Permasalahannya adalah kapan kita mulai menabung atau berinvestasi? Apakah ungkapan-ungkapan dibawah ini tidak asing ditelinga kita? “ Saya sekarang sedang memulai cicilan rumah,uang saya banyak terpakai ke sana…..”, “ Pengeluaran saya lagi tidak teratur, nanti kalau sudah mulai stabil saya pasti akan menabung ….”, “ Gaji saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=190&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada   alasan  untuk tidak menabung atau berinvestasi.  Permasalahannya adalah kapan kita mulai menabung atau berinvestasi?</p>
<p><strong>Apakah ungkapan-ungkapan dibawah ini tidak asing ditelinga kita?</strong></p>
<p>“ Saya sekarang sedang memulai cicilan rumah,uang saya banyak terpakai ke sana…..”, “ Pengeluaran saya lagi tidak teratur, nanti kalau sudah mulai stabil saya pasti akan menabung ….”, “ Gaji saya terlalu kecil buat berinvestasi…”, Mana bisa saya investasi, untuk hidup saja sudah pas-pasan “. </p>
<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/invest.jpeg?w=140&#038;h=113" alt="invest" title="invest" width="140" height="113" class="alignleft size-full wp-image-189" /></p>
<p>Apakah kita harus menunggu sampai ketiga hal tadi tidak lagi terjadi, yaitu, menunggu sampai cicilan rumah selesai, menunggu sampai pengeluaran menjadi stabil,<br />
Atau menunggu sampai gaji naik ??</p>
<p><span id="more-190"></span></p>
<p>Tahukah anda, ada banyak orang yang mempunyai tiga masalah tersebut tetapi masih bisa  menyisihkan  uang untuk berinvestasi  karena  mereka mengetahui  fakta-fakta yang sangat menarik mengenai berinvestasi sejak dini.</p>
<p><strong>Fakta 1</strong><br />
     Pak Joko dan Pak Santo akhirnya memutuskan untuk mulai menabung sebesar 500ribu perbulannya sampai mereka pensiun di usia 55 tahun. Saat  ini Pak Joko  berusia 35 tahun dan Pak Santo berusia 49 tahun.  Dengan  bunga 15% pertahun, jumlah uang pensiun yang tersedia bagi Pak Joko adalah  RP 663,5 juta , sedangkan jumlah uang pensiun bagi  Pak Santo hanya   RP 56,7 juta.</p>
<p><strong>Fakta 2</strong><br />
     Anak saya akan  kuliah di fakultas Kedokteran  15 tahun lagi, dan saya harus siap-siap membayar uang gedung  RP 50 juta.  Untuk ini ternyata saya hanya perlu menabung  RP 62.035 per bulan .</p>
<p><strong>Fakta 3</strong><br />
     Pak Amir menyisihkan uang Rp 500 ribu per bulan = Rp 6 juta per tahun mulai sekarang selama 5 tahun.  Sementara Pak Budi baru mulai  melakukan hal yang sama setelah menunda  5 tahun. Maka, dia  harus menabung selama  15 tahun untuk mendapatkan hasil yang hampir sama  dengan hasil investasi Pak Amir pada akhir tahun ke 20.</p>
<p><strong>Fakta 4</strong><br />
    Saya hanya perlu menyisihkan uang Rp 659.650 pertahun selama 20 tahun untuk mendapatkan uang 1 milyar. Tetapi teman saya harus menyisihkan uang Rp 3.588.638 pertahun bila dia menunda 10 tahun, dan harus menyisihkan uang Rp 11.150.548 pertahun bila menunda 15 tahun untuk mendapatkan jumlah uang yang sama yaitu Rp 1 miliar rupiah.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan Anda ?</strong></p>
<p>     Mengapa  setoran  ringan ini  bisa sangat  fantastis  untuk memenuhi rencana keuangan  kita  dimasa depam, adalah karena ini  disetorkan BUKAN  ketabungan atau deposito biasa, tapi ke  INSTRUMEN  INVESTASI.  Target hasil investasi disesuaikan dengan jangka waktu investasinya  (kapan dana akan digunakan). Jika dana  dibutuhkan   &gt;10 tahun,  maka  investasikanlah  pada   produk yang  mampu memberikan   hasil   20% &#8211; 30% pertahun.  Jika  dana  dibutuhkan  lebih  cepat<br />
(&lt;5 tahun), maka target return minimal adalah  15% per tahun. Pendekatan ini juga tentu tidak kaku, karena  ini akan  tergantung profil  risiko  investor.<br />
     Jika kita sangat  agresif  (risk-taker  karena kita ahli trading saham), mungkin kita bisa  pasang target  return 50% per tahun.  Setidaknya  dengan  adanya feature<br />
ini kita bisa  lebih terencana  dalam melakukan  investasi.  Semoga beberapa  fakta  diatas  menggugah  kita  semua  untuk  mulai  berinvestasi  SEKARANG.   </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=190&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/30/fakta-menarik-berinvestasi-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/invest.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">invest</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenali 3 Musuh Utama Kehidupan</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/30/kenali-3-musuh-utama-kehidupan/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/30/kenali-3-musuh-utama-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 04:37:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Menabung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Sedia payung sebelum hujan. Demikian kira-kira ungkapan sebagian orang yang berprinsip jaga-jaga. Artinya, mengantisipasi masalah sebelum masalah tersebut terjadi atau bersikap waspada dan siaga sebelum masalah benar-benar menimpa kita atau, gampangnya, menabung dahulu selama bisa atau selama hari masih muda. Pepatah tadi tepat dialamatkan pada kita dalam menyikapi berbagai kejutan-kejutan hidup yang seringkali datang seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=182&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/hidup1.jpg?w=150&#038;h=114" alt="hidup1" title="hidup1" width="150" height="114" class="alignleft size-thumbnail wp-image-185" /></p>
<p><strong>Sedia payung sebelum hujan.</strong><br />
Demikian kira-kira ungkapan sebagian orang yang berprinsip jaga-jaga. Artinya, mengantisipasi masalah sebelum masalah tersebut terjadi atau bersikap waspada dan siaga sebelum masalah benar-benar menimpa kita atau, gampangnya, menabung dahulu selama bisa atau selama hari masih muda.</p>
<p>Pepatah tadi tepat dialamatkan pada kita dalam menyikapi berbagai kejutan-kejutan hidup yang seringkali datang seperti musuh pada waktu-waktu yang tidak pernah terpikirkan oleh kita. Pada dasarnya, ada tiga musuh utama yang sering dihadapi manusia, yaitu kematian dini, musibah dalam bentuk kecelakaan atau penyakit, dan hidup terlalu lama. Sebelum bicara soal penanggulangannya, mari kita telaah musuh kehidupan tersebut satu per satu.</p>
<p><span id="more-182"></span></p>
<p><strong>Kematian Dini</strong><br />
Kejadian tak terduga dapat terjadi di mana saja, kapan saja, kepada siapa saja, tanpa terkecuali. Ketika kejadian tersebut datang, apakah Anda dan keluarga sudah siap? Ketika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada diri Anda, akan muncul pertanyaan-pertanyaan di benak Anda. Bagaimana keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan kehidupan yang layak? Bagaimana dengan pendidikan anak di kemudian hari? Bagaimana melunasi utang cicilan rumah atau kendaraan tanpa membebani keluarga yang ditinggalkan? Bagaimana mewujudkan cita-cita keluarga yang telah direncanakan? Anda pasti menginginkan keluarga terproteksi dengan baik ketika hal-hal tersebut terjadi pada diri Anda. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk merencanakan masa depan keuangan yang sehat bagi keluarga Anda.</p>
<p><strong>Musibah kecelakaan atau penyakit</strong></p>
<p>Sebaik apa pun Anda menjaga diri, kejadian tak terduga bisa datang kapan saja. Kecelakaan lalu lintas, misalnya, merupakan kejadian yang sering dialami keluarga Indonesia. Kecelakaan yang fatal dapat menjadi bencana bagi kondisi keuangan Anda. Apalagi jika Anda tidak lagi mampu bekerja dalam kurun waktu tertentu. Di lain pihak, gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan cepat saji serta polusi yang tak kunjung henti dapat membuat tubuh Anda rentan terhadap serangan penyakit kritis. Saat ini, penyakit-penyakit kritis tidak hanya datang menghantui mereka yang sudah lanjut usia, namun telah menjelma menjadi momok yang menakutkan di kalangan usia muda. Penyakit semacam ini tidak bisa Anda hindari karena mereka datang tanpa Anda sadari. Jika ini terjadi, maka biaya rumah sakit yang kian hari kian tinggi akan menyapu bersih seluruh tabungan Anda.</p>
<p>Anda tentu tidak ingin kehilangan seluruh harta benda yang telah Anda peroleh dengan susah payah untuk membayar biaya pengobatan yang jumlahnya sangat tinggi. Anda tidak ingin terancam kehilangan tabungan, tempat tinggal, tanah, kendaraan dan harta benda lainnya demi melunasi tagihan-tagihan rumah sakit yang kian hari kian melambung. Anda tentu harus bersiap untuk menghadapi kejadian terburuk.</p>
<p><strong>Hidup terlalu Lama</strong></p>
<p>Tingkat harapan hidup orang Indonesia berdasarkan CIA World Fact Book tahun 2009 adalah 70,76 tahun. Harapan hidup akan bertambah panjang seiring membaiknya fasilitas kesehatan dari waktu ke waktu. Namun, Anda harus juga menyadari bahwa ada dua hal yang akan dihadapi seseorang ketika ia memasuki usia emasnya. Pertama, bagaimana Anda dapat menikmati kehidupan di usia senja dengan layak, dan kedua bagaimana mencukupi kebutuhan tak terduga?</p>
<p>Setiap orang bercita-cita untuk berhenti bekerja di suatu saat dan menikmati hari tuanya dengan sejahtera. Setelah bekerja keras selama bertahun-tahun, Anda tentu berharap menjalani masa pensiun yang nyaman dan menyenangkan. Sejalan dengan meningkatnya biaya medis dan risiko gangguan kesehatan yang mungkin saja menimpa Anda, sebaiknya Anda memastikan bahwa kebutuhan medis dan kebutuhan jangka panjang Anda terproteksi dengan baik, karena bahkan simpanan hari tua Anda yang berjumlah besar dapat hilang dalam sekejap akibat biaya rumah sakit yang sangat besar.</p>
<p>Sesungguhnya, menabung untuk hari tua merupakan langkah tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Tabungan dan investasi untuk masa pensiun yang Anda rencanakan sejak dini tidak hanya akan terakumulasi, namun juga akan berkembang. Jika waktunya tiba, Anda akan memiliki dana yang memadai, bahkan berlebih, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan Anda, termasuk warisan untuk anak dan cucu Anda. Selain itu, dana yang Anda kumpulkan dapat digunakan untuk memenuhi keinginan-keinginan yang tidak dapat Anda wujudkan ketika Anda masih bekerja dengan alasan keterbatasan waktu dan dana. Saat ini adalah waktu yang tepat untuk merencanakan masa depan keuangan yang sehat bagi keluarga Anda.</p>
<p><strong>Lindungi Diri Anda dan Keluarga Sekarang Juga!</strong></p>
<p>Ketiga musuh kehidupan yang telah dipaparkan di atas berada di luar kontrol kita. Cara tepat untuk melindungi diri Anda dan keluarga terhadap dampaknya adalah melalui pengalihan risiko. Mengalihkan risiko dapat dilakukan dengan mentransfer segala akibat yang timbul dari risiko tersebut ke pihak lain untuk memastikan rencana masa depan Anda dan keluarga terjamin. Mengantisipasi risiko meninggal terlalu dini atau musibah kecelakaan dan penyakit dapat dilakukan dengan memiliki perlindungan asuransi, yaitu asuransi jiwa, serta asuransi kecelakaan dan kesehatan.</p>
<p>Asuransi jiwa akan menghidupi keluarga Anda, termasuk anak dan istri melalui nilai pertanggungan yang keluarga Anda terima, sedangkan asuransi kecelakaan dan kesehatan akan membayar semua biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit, jika Anda terkena penyakit atau mengalami kecelakaan. Di lain pihak, asuransi dana pensiun dapat membantu Anda mengantisipasi musuh kehidupan yang ketiga, yaitu hidup terlalu lama.</p>
<p>Dengan perencanaan yang matang, Anda tak lagi merasa perlu memburu atau dikejar waktu. Ketenangan masa depan sepenuhnya ada dalam genggaman Anda. Bersama perencana keuangan yang mapan.</p>
<p><strong>Mau tau jawabannya?? Temukan hanya di PRUDENTIAL&#8230;.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=182&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/30/kenali-3-musuh-utama-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/hidup1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">hidup1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROTEKSI PENGHASILAN KELUARGA</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/27/proteksi-penghasilan-keluarga/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/27/proteksi-penghasilan-keluarga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 16:33:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Adalah&#8230;.. Usaha melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan saat pencari nafkah kehilangan kemampuan mendapatkan penghasilan. “Asuransi diperlukan bukan karena seseorang harus tiada, tetapi karena keluarga yang ditinggal harus tetap hidup bahagia.”<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=178&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Adalah&#8230;..</p>
<p>	Usaha melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan saat pencari nafkah kehilangan kemampuan mendapatkan penghasilan.</p>
<p>	“Asuransi diperlukan bukan karena seseorang harus tiada, tetapi karena keluarga yang ditinggal harus tetap hidup bahagia.”</strong></p>
<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/images3jpg1.jpg?w=127&#038;h=93" alt="images3jpg1" title="images3jpg1" width="127" height="93" class="aligncenter size-full wp-image-180" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=178&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/27/proteksi-penghasilan-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/images3jpg1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images3jpg1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Program Dana Pendidikan Anak</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/program-dana-pendidikan-anak/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/program-dana-pendidikan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 04:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terbayang dalam benak anda saat Anda melihat anak masuk sekolah? Pasti: uang sekolah. Dan sebentar lagi memasuki masa dimana Putra/i Anda masuk sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tentunya biaya sekolah yang lebih tinggipun menanti Anda. Menyiapkan dana pendidikan anak terkadang tidak semudah yang dipikirkan. Dibutuhkan komitmen dari orangtua untuk disiplin menyisihkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=172&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/wisuda2.jpg?w=100&#038;h=130" alt="wisuda2" title="wisuda2" width="100" height="130" class="alignleft size-full wp-image-173" /></p>
<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/skolah.jpg?w=119&#038;h=135" alt="skolah" title="skolah" width="119" height="135" class="alignright size-full wp-image-176" /></p>
<p>Apa yang terbayang dalam benak anda saat Anda melihat anak masuk sekolah? Pasti: uang sekolah. Dan sebentar lagi memasuki masa dimana Putra/i Anda masuk sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tentunya biaya sekolah yang lebih tinggipun menanti Anda.</p>
<p>Menyiapkan dana pendidikan anak terkadang tidak semudah yang dipikirkan. Dibutuhkan komitmen dari orangtua untuk disiplin menyisihkan sebagian dana dari penghasilannya. Semakin dini Anda memutuskan untuk ikut program dana pendidikan anak, semakin maksimal dana yang terkumpul.</p>
<p>Ada berbagai jenis pilihan wahana finansial yang bisa dipilih oleh orangtua untuk mencapai target biaya yang dibutuhkan, diantaranya Asuransi Pendidikan.</p>
<p><span id="more-172"></span></p>
<p>Asuransi pendidikan biasanya memberikan dua fungsi yaitu:<br />
1. Fungsi proteksi (melindungi)<br />
2. Fungsi investasi. </p>
<p>Produk ini memberi fungsi proteksi dengan menanggung resiko kematian atas diri Anda dengan jumlah pertanggungan sesuai dengan biaya pendidikan anak yang sudah disepakati dalam polis.</p>
<p>Sedangkan fungsi investasinya adalah mengelola dan menginvestasikan sebagian premi yang telah Anda bayarkan. Nantinya perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah dana sebesar yang sudah disepakati dalam polis dan dibayarkan pada saat anak akan masuk sekolah.</p>
<p><strong>Beberapa hal yang bisa Anda jadikan panduan untuk merancang dana pendidikan anak:</strong></p>
<p></strong>1. Tentukan tujuan atau target pendidikan anak.<strong><br />
Semakin tinggi jenjang pendidikan yang diinginkan biasanya semakin tinggi pula biaya yang perlu disiapkan. Contoh : S2 pasti memerlukan biaya lebih tinggi daripada S1. Sebaiknya perhitungkan juga biaya hidup selain biaya akademis, seperti akomodasi, transport, konsumsi, jika Anda ingin menyekolahkan anak di luar negeri.</p>
<p></strong>2. Perhitungkan variabel-variabel yang mempengaruhi pencapaian dana pendidikan tersebut.<strong><br />
Yaitu kapan biaya tersebut dibutuhkan, asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahun, dan berapa persen suku bunga atau ROI yang perlu dicapai untuk mendapatkan jumlah tersebut pada waktunya, dengan jumlah tabungan atau investasi rutin yang terjangkau oleh keluarga.</p>
<p></strong>3. Carilah informasi mengenai instrumen finansial yang bisa memenuhi target dana pendidikan.<strong><br />
Termasuk memenuhi unsur proteksi finansial (yang akan memastikan tercapainya dana pendidikan walaupun orang tua meninggal atau tidak lagi bisa bekerja), misalnya dengan mengikuti Asuransi Pendidikan Pru Syariah.</p>
<p></strong>4. Analisis informasi dari poin pertama sampai ketiga dan jawab pertanyaan berikut:<strong><br />
- Apakah tingkat pendidikan sudah sesuai dengan cita-cita Anda ?<br />
- Apakah Anda mampu menabung/menyisihkan dana secara rutin dengan jumlah yang mencukupi untuk mencapai target dana tersebut, berdasarkan asumsi yang Anda gunakan?<br />
- Apakah ada instrumen yang mampu memberikan bunga atau ROI sebesar yang Anda asumsikan dalam perhitungan Anda ?</p>
<p>Kalau jawaban salah satu saja dari ketiga pertanyaan tersebut adalah TIDAK, maka Anda harus melakukan revisi atas rencana dan perhitungan Anda.</p>
<p>Kalau jawaban ketiga pertanyaan tersebut adalah YA, maka Anda bisa masuk langkah kelima.</p>
<p></strong>5. Pilihlah produk mana yang akan Anda pakai sebagai wahana finansial untuk mencapai target dana pendidikan.<strong><br />
Contoh : Pru Syariah, kenapa Pru Syariah..? Karena Pru Syariah sebagai program untuk mempersiapkan Dana Pendidikan Anak memenuhi kriteria berikut:<br />
- Mampu memberikan ROI sebesar yang Anda asumsikan, &#8211; Mudah dilakukan adjustment apabila ternyata asumsi ROI tidak sama dengan asumsi (fleksibel),<br />
- Besarnya cicilan terjangkau oleh keluarga,<br />
- Risiko investasi bisa terukur dan dikelola oleh anda (manageable risk),<br />
- Mudah dilakukan monitoring (transparan) ,<br />
- Ada elemen proteksi finansial sehingga kalaupun orangtua meninggal, target dana tetap tercapai.<br />
- Sesuai Syar’i dan Halal</p>
<p></strong>6. Lakukan evaluasi rutin untuk melihat apakah asumsi yang Anda gunakan tercapai atau tidak.<strong><br />
Mulai saat ini juga sisihkan penghasilan Anda secara wajar setiap bulan, sehingga tujuan Dana Pendidikan Anak tercapai tanpa harus mengorbankan kebutuhan hidup Anda.</p>
<p></strong>Selamat mempersiapkan dana pendidikan anak Anda.<strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=172&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/program-dana-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/wisuda2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wisuda2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/skolah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">skolah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siklus hidup Finansial</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/siklus-hidup-finansial/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/siklus-hidup-finansial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 04:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ayo Menabung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Pentingnya Memahami Siklus Hidup Financial Kita. Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua hingga tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga pasti selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja dengan giat dan agresif [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=161&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/problem2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="problem2" title="problem2" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-170" /></p>
<p><strong>Pentingnya Memahami Siklus Hidup Financial Kita.</strong></p>
<p>Sejalan dengan berjalannya siklus kehidupan manusia mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, orang tua hingga tua renta, maka berbagai pandangan dan kebutuhan finansial kita juga pasti selalu berubah-rubah sesuai kondisinya. </p>
<p>Contohnya, saat seseorang berada di usia 30-an, kemungkinan sedang sangat menikmati masa mudanya, bekerja dengan giat dan agresif namun berkejaran dengan gaya hidup konsumtif yang bergulat dengan tagihan kartu kredit.<br />
Menjelang pensiun di usia sekitar 50-an, seseorang biasanya sedang berusaha keras memastikan sudah punya cukup uang untuk bisa melanjutkan hidupnya setelah tidak bekerja, cari aman deh !</p>
<p><strong>Beberapa kunci-kunci keputusan finansial.</strong></p>
<p><span id="more-161"></span></p>
<p>Dalam kesempatan kali ini, marilah kita pelajari beberapa kunci-kunci keputusan finansial dalam tiap tahapan kehidupan manusia &#8211; yang saya kira perlu kita pahami dengan seksama. Mempelajari hal ini bertujuan untuk memudahkan pengambilan keputusan finansial, apa yang perlu kita lakukan dan apa yang sebaiknya tidak kita lakukan berkaitan dengan uang dari tiap tahapan kehidupan kita. </p>
<p>Lebih dari, manfaatnya bukan sekedar hanya untuk menambah pengetahuan kita sendiri, namun juga membantu memahami kebutuhan dan pandangan orang lain secara finansial, sesuai dengan usianya juga.<br />
Karena penting sekali bagi kita untuk bisa sesekali menempatkan diri pada posisi orang lain secara finansial. Sebab suatu keputusan keuangan jarang sekali yang bisa berdiri sendiri, baik Anda yang masih lajang maupun sudah menikah, atau Anda punya tanggungan atau justru Anda yang ditanggung. Selalu saja ada pengaruh serta kepentingan orang lain didalamnya.</p>
<p>Usia Sekolah Dasar sampai dengan dengan lulus Perguruan Tinggi S1 di usia 20-an<br />
* Pada usia 0 sampai 18 tahun, umumnya orang masih berada di bangku sekolah pendidikan dasar dan seluruh biaya hidup ditanggung oleh orang tua. “Life is beautiful, with no responsibilities what so ever.. ” kira-kira begitulah gambaran hidup seseorang pada masa kanak-kanak dan remajanya. Hanya saja memang tidak seindah kenyataannya jika berkaitan dengan uang. Anda tahu kan bagaimana pada jaman sekolah dulu, sulitnya meminta uang pada orang tua.</p>
<p>* Saat di Perguruan Tinggi, kebanyakan dari Anda mungkin masih di biayai orang tua, tapi pengaruh teman-teman, mengikuti trend atau mungkin memang terpaksa banyak juga dari Anda bahkan harus bekerja paruh waktu mencari penghasilan tambahan untuk tambahan ongkos kuliah. Dengan naiknya ongkos kuliah, transport dan buku-buku, memang agak sulit jika harus mengandalkan orang tua.</p>
<p>Lagipula mempunyai uang sendiri, kedengaran lebih cool &amp; gaul. Lebih bebas menentukan pilihan dalam membelanjakan uang, juga sesekali mentraktir orang tua dan teman bisa jadi kebanggaan tersendiri. </p>
<p>Asalkan bisa membagi waktu dengan jadwal kuliah yang harus segera diselesaikan, maka bekerja paruh waktu atau berusaha mendapatkan uang sendiri sambil kuliah tentunya bisa dilakukan. Bekerja sambil kuliah memang memanfaatkan waktu luang dengan positif, tentunya kita sedikit banyak bisa mempraktekkan apa yang dipelajari selama ini di sekolah.</p>
<p><strong>Di usia 20-an</strong><br />
* Anda mungkin juga masih ingin meneruskan sekolah sebab keinginan belajar juga masih mengebu-gebu. Beruntunglah jika orang tua bisa membantu Anda membayar biaya pendidikan, namun kemungkinan besar orang tua tidak bisa membantu terlalu banyak sebab jenjang pendidikan lanjutan setelah perguruan tinggi atau pendidikan advance learning yang setara jauh lebih mahal daripada pendidikan dasar di SD sampai SMA. </p>
<p>Jadi untuk membayar biaya pendidikan lanjutan kemungkinan besar harus diusahakan sendiri. Bisa juga berusaha mendapatkan beasiswa untuk mensponsori biaya pendidikan Anda. Lain halnya jika Anda ingin mengambil pinjaman dengan tujuan membayar biaya pendidikan, beban biaya pendidikan akibatnya menjadi lebih berat, sebab Anda juga membayar bunga pinjamannya. </p>
<p>Hanya jika Anda yakin bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada uang yang dihabiskan, maka mengeluarkan uang lebih banyak untuk melanjutkan sekolah Anda boleh saja dilakukan. Sebaliknya, jika hanya sebagai keinginan yang didorong mendapatkan cap prestisius tanpa usaha lebih lanjut untuk menggantikan uang yang habis tadi, maka pendidikan mungkin menjadi suatu hobi atau sarana rekreasi yang terlalu mahal dari segi uang, tenaga dan waktu yang sudah dikorbankan.</p>
<p>* Masih ingatkah Anda saat mendapatkan gaji yang pertama ? Penghasilan Anda belum terlalu besar saat ini karena itu mulailah membangun kebiasaan berbelanja dengan cara mengeluarkan uang sesuai dengan anggaran yang sudah direncanakan.</p>
<p>* Pada masa ini biasanya orang masih malas menabung, tapi rajin belanja. Namun seberapapun penghasilan Anda, usahakanlah untuk selalu bisa menyisihkan uang secara rutin dari penghasilan Anda tiap bulan. Pastikan bahwa Anda mempunyai tabungan di bank yang, dengan kondisinya yang nyaman, fasilitas lengkap, biaya administrasi rendah dengan bunga tabungan yang bersaing. Pisahkanlah rekening tabungan dengan rekening gaji.</p>
<p>* Cobalah untuk bisa membentuk sejumlah dana cadangan, yaitu sejumlah dana yang sengaja disisihkan untuk membiayai pengeluran mendadak yang sifatnya darurat. Pada usia ini kebutuhan dana cadangan belum terlalu besar sehingga cukup mencadangkan sebesar 1 kali pengeluaran Ada perbulan. Anda bisa menempatkan rekening dana cadangan ini di rekening tabungan.</p>
<p>* Mulai berpikir mengenai persiapan pensiun, walaupun masih jauh panggang dari api alias masih lama sekali Anda pensiun, tidak ada salahnya sudah mulai mempersiapkan sejak sekarang. Tidak pernah ada kata terlalu cepat dan terlalu dini untuk persiapan pensiun. Jika perusahaan tempat Anda bekerja mempunyai program daan pensiun sendiri, bergabunglah, atau Anda bsia mengikuti program pensiun Jamsostek dari pemerintah atau belilah program dana pensiun yang ditawarkan lembaga keuanga lain seperti bank dan perusahaan asuransi.</p>
<p>* Jangan membeli asuransi jiwa jika Anda belum mempunyai tanggungan atau terkecuali ada hutang yang harus dicover, namun pertimbangkanlah untuk mengambil asuransi kesehatan jika perusahaan tempat Anda bekerja tidak mencover biaya ini.</p>
<p><strong>Di usia 30-an</strong><br />
* Pada saat ini Anda mungkin sudah menikah. Karena itu perlu sekali mencover penghasilan Anda dengan asuransi jiwa apalagi jika sudah memiliki anak. Jangan sampai keluarga yang Anda tinggalkan mengalami derita finansial yang terlalu parah karena Anda meninggal terlalu cepat.</p>
<p>* Dengan adanya anak, maka sudah saatnya mempersiapkan dana pendidikan anak. Anda bisa mempersiapkan dengan cara menabung di tabungan pendidikan, mengambil asuransi pendidikan atau ke dalam produk investasi lain.</p>
<p>* Pertimbangkan juga untuk mengambil asuransi kesehatan yang lebih lengkap seperti asuransi yang mencover risiko kecelakaan, penyakit kritis, cacat tetap akibat kecelakaan, atau risiko-risko kesehatan lain yang belum dicover oleh tunjangan kesehatan dari perusahaan anda.</p>
<p>* Jangan lupa untuk mencover harta benda Anda dengan asuransi kerugian seperti asuransi kendaraan juga asuransi kebakaran.</p>
<p>* Pastikan bawah Anda mengambil cicilan kredit rumah atau KPR yang tidak terlalu memberatkan Anda. Sediakanlah waktu untuk membandingkan penawaran KPR antara bank yang satu dengan yang dan jangan malas untuk berburu rumah idaman Anda, agar sesuai antara budget dengan keinginan.</p>
<p>* Jika Anda sudah mempunyai sejumlah harta, buat surat wasiat. Membuat surat wasiat sebenarnya mudah dan tidak mahal, tapi orang belum terbiasa sebab tidak tahu caranya. Padahal sangat penting dilakukan agar keluarga yang ditinggal tidak berebut harta warisan, juga memudahkan berbgai urusan administrasi bagi pasangan dan anak-anak. Sebaiknya tanyalah kepada teman yang ahli atau seorang notaries yang sudah berpengalaman dalam membuat surat wasiat.</p>
<p>* Evaluasi terus program pensiun yang sudah Anda ikuti, pastikan telah memberikan return investasi sejumlah yang Anda harapkan.</p>
<p>* Jika Anda masih bergulat dengan tagihan kartu kredit, berusahalah mengendalikan gaya hidup Anda dan secara bertahap lunasi tagihan-tagihan hutang tersebut. Paling tidak carilah cara-cara bagaimana agar Anda bisa membayarnya cicilan hutang ini dengan cara paling murah.</p>
<p>* Tambah pengetahuan dan pengalaman Anda dalam berinvestasi, bersikap kreatif dan mulailah berinvestasi diluar produk bank. Carilah juga investasi dengan biaya murah, setoran investasi yang fleksibel, mudah diakses, pajak yang kecil bahkan kalau bisa bebas pajak, dan likuid.</p>
<p><strong>Di usia 40-an</strong><br />
* Berusahalah untuk meningkatkan setoran tabungan dan investasi setiap tahunnya terutama untuk persiapan pensiun. Pastikan setoran tabungan dan investasi selalu naik sesuai dengan kenaikan penghasilan Anda. Setiap kali mendapatkan rejeki lebih baik berupa bonus atau THR, sisihkanlah terlebih dahulu untuk menambah investasi Anda.</p>
<p>* Evaluasi lagi jumlah Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang Anda ambil, apakah jumlahnya sudah sudah sesuai dengan kebutuhan untuk mengcover risiko kehilangan penghasilan. Jika biaya hidup keluarga Anda telah berubah, naik atau turun, maka sebaiknya jumlah uang pertanggungan asuransi jiwanya juga disesuaikan.</p>
<p>* Pastikan bahwa cicilan KPR Anda tetap berjalan dengan semestinya sesuai jadwal, simpanlah segala bukti pembayaran berikut catatan saldo terakhir dari hutang KPR Anda. Jika suku bunganya naik, dan karenanya jumlah cicilannya menjadi terlalu berat, bisa Anda pertimbangkan untuk memperpanjang jangka waktunya.</p>
<p>* Sebaliknya jika beruntung Anda memiliki sejumlah dana yang cukup besar, bisa dipertimbangkan untuk mengadakan pelunasan KPR sebagian atau seluruhnys dari sisa saldo KPR sekarang. Melakukan hal ini, bisa membuat Anda menghemat pembayaran bunga KPR, dan mempercepat waktu pelunasan.</p>
<p><strong>Di usia 50-an</strong><br />
* Disaat menjelang pensiun, ada baiknya Anda mengatahui saldo pensiun Anda yang terakhir, sehingga bisa melakukan evaluasi dan revisi jika dana yang terkumpul masih jauh dari target.</p>
<p>* Review semua investasi Anda, jika hampir semua investasi Anda berisiko tinggi segeralah melakukan iversifikasi dan alokasikan secara proporsinal ke investasi yang risikonya lebih rendah.</p>
<p>* Catat kapan cicilan KPR yang terakhir dan pastikan bahwa pembayaran cicilan KPR sudah selesai sebelum Anda pensiun.</p>
<p>* Pertimbangkanlah untuk mengalami asuransi kesehatan hari tua, yang mengcover biaya-biaya kesehatan dan rawat inap di rumah sakit yang terjadi. Asuransi kesehatan hari tua atau longterm care insurance ini benefitnya seharusnya bisa dinikmati pada saat pensiun sampai seumur hidup Anda.</p>
<p><strong>Di usia pensiun, 55 atau 60-an</strong><br />
* Inilah saatnya untuk mengajukan klaim dana pensiun dari program pensiun yang Anda ikuti selama ini. Dana pensiun yang diikuti dari perusahaan tempat Anda bekerja, biasanya akan memberikan seluruh total dana pensiun secara seklaigus didepan, sehingga selanjut Anda tinggal mengambil sesuai dengan kebutuhan tiap bulan, dan menginvesatsikan sisanya agar terus berkembang kedalam instrument investasi yang tidak terelu berisiko namaun bisa memberikan pendapat tetap setara dengan bunga.</p>
<p>* Jika Anda mengiktui program pensiun yang diselenggrakan Jamsostek, segeralah mengajukan klaim kepada badan pemerintah ini. Anda bisa mendapatkan dua pilihan, apakah bisa diambil sekaligus atau mengambilnya secara bulanan seperti layaknya gaji. Jika Anda sempat beberapa kali pindah kerja, namun program pensiun Jamsostek pada perusahaan sebelumnya belum sempat Anda klaim, namun sudah terlanjur memulai yang baru, jangan segan-segan utnuk mengajukan klaim.</p>
<p>* Barangkali dulu pernah iseng mengikuti program pensiun yang ditawarkan oleh bank atau perusahaan asuransi. Jangan malu untuk mengajukan klaim hanya karena merasa uangnya tidak seberapa. Sebab sedikit atau banyak pada masa usia ini jumlah berapapun akan sangat berarti.</p>
<p>* Maksimalkan seluruh aset-aset Anda menganggur untuk segera bisa menghasilkan income untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai tanah, bangunan atau kendaaraan yang menganggur, mungkina Anda bisa mengusahakan mendapatkan rental income dari aset-aset tersebut.</p>
<p>* Berhati-hatilah pada investasi yang berisiko tinggi, karakternya yang fluktuatif kemungkinan besar kurang cocok dengan usia dan kesehatan Anda.<br />
* Periksa kembali surat wasiat Anda apakah sudah seperti yang Anda inginkan, buatlah perubahan jika perlu. Pastikan bawa pasangan Anda dan anak-anak mengetahui tentang surat wasiat tersebut.</p>
<p>* Pertimbangkanlah untuk menyisihkan sejumlah dana tunai untuk mempersiapkan dana kematian bagi Anda dan pasangan. Kedengarannya memang sangat tidak menyenangkan juga menakutan, tetapi tindakan ini akan sangat membantu keluarga yang ditinggal walaupun tidak bisa mengurangi kesedihan orang-orang yang mencintai Anda yang telah Anda tinggalkan.</p>
<p><img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/bnyk-uang.jpg?w=99&#038;h=148" alt="bnyk-uang" title="bnyk-uang" width="99" height="148" class="alignleft size-full wp-image-165" /></p>
<p>Sumber : Danareksa.com  (Mike Rini)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=161&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/siklus-hidup-finansial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/problem2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">problem2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/bnyk-uang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bnyk-uang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tersedianya Dana Pendidikan</title>
		<link>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/tersedianya-dana-pendidikan/</link>
		<comments>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/tersedianya-dana-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 04:03:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rieza Pahlevi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://riezapahlevi.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Kita bekerja dari pagi hingga sore, bahkan malam. Sudah jamak lumrah pula sekarang ini, ibu-ibu meninggalkan anak di rumah untuk bekerja. Saat kita melakukan sebuah pekerjaan sebenernya untuk siapa sih..? Anda tentu setuju bukan kalau kita bekerja tak lain dan tak bukan adalah untuk keluarga kita tercinta. Salah satunya adalah untuk anak-anak. Ada sebuah ungkapan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=156&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<img src="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/wisuda.jpg?w=96&#038;h=135" alt="wisuda" title="wisuda" width="96" height="135" class="alignleft size-full wp-image-158" /></p>
<p>Kita bekerja dari pagi hingga sore, bahkan malam. Sudah jamak lumrah pula sekarang ini, ibu-ibu meninggalkan anak di rumah untuk bekerja. Saat kita melakukan sebuah pekerjaan sebenernya untuk siapa sih..? Anda tentu setuju bukan kalau kita bekerja tak lain dan tak bukan adalah untuk keluarga kita tercinta. Salah satunya adalah untuk anak-anak. </p>
<p>Ada sebuah ungkapan, bahwa sebuah warisan terbaik untuk anak-anak adalah PENDIDIKAN. Dengan pendidikan, artinya kita sudah memberikan bekal yang cukup untuk mengarungi perjalanan hidup ini dengan senyum dan optimis. Pendidikan yang diperoleh juga tidak akan lekang dimakan waktu.</p>
<p>Akan tetapi, terkadang anak-anak tidak bisa melanjutkan sekolah, atau pun kalau melanjutkan tidak sesuai dengan cita-cita anak disebabkan MASALAH BIAYA.</p>
<p><strong>Bagaimana mengatasi masalah biaya pendidikan anak?</strong></p>
<p><span id="more-156"></span></p>
<p>Banyak diantara kita, mempersiapkannya di Bank dengan besar tabungan ala kadarnya, tanpa memperhatikan tujuan ataupun besar biaya yang akan kita keluarkan kelak. Apalagi dalam perjalanan menabung tersebut Anda ataupun anak-anak anda kurang beruntung. Misal sakit, mau gak mau Anda harus mengeluarkan biaya extra untuk perawatan. Seringkali dana tabungan untuk pendidikan harus diambil. </p>
<p>Apalagi jika terjadi sesuatu yang FATAL pada orang tua (bisa ayah atau ibu) sebagai pencari nafkah, misalnya sakit kritis, cacat tetap atau bahkan meninggal. Tabungan yang semula untuk tujuan pendidikan harus dikorbankan, dan selanjutnya bisa dipastikan tidak ada lagi tabungan. Akhirnya pendidikan yang diidam-idamkan hanya tinggal dalam sebuah mimpi.</p>
<p>Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada diri Anda dan keluarga bukan..?</p>
<p>Dan Alhamdulilah sekarang sudah ada Solusi untuk masalah diatas. Dimana dengan menabung di Prudential, dana pendidikan akan “AMAN” dan pastinya “SELALU TERSEDIA” saat kita butuhkan. </p>
<p>Mengapa demikian..? Karena dengan menabung di Prudential anda akan mendapatkan fasilitas PROTEKSI, baik kesehatan, cacat tetap, sakit kritis atau pun meninggal, TANPA mengurangi jumlah tabungan yang kita setor…..Wah enak banget berarti nabung di Prudential, selain tabungannya bertambah, eh…ada manfaat Proteksinya juga.</p>
<p>Contoh kasusnya :<br />
Andi (anak) usia : 7 tahun dan Pak Dony (ayahnya) usia : 30 tahun<br />
Disini Pak Dony mempunyai rencana Menabung untuk Biaya Pendidikan di Prudential perbulan Rp 1 juta (atau 12 juta setahunnya), berencana menabung selama 10 tahun saja.<br />
<strong>Manfaat yang diperoleh dari Prudential yaitu:</strong><br />
Nilai tunai : Pada saat usia Andi 18 tahun (masuk kuliah) tersedia dana Rp 209,380,000,_ dan jika dibiarkan saja dan mengambilnya pada saat usia 25 tahun dana berkembang menjadi SETENGAH MILYARD atau tepatnya Rp 582,411,000,_ Wow mantap sekali, hanya dengan menabung 1 juta tiap bulan selama sepuluh tahun bisa menghasilkan setengah milyard.</p>
<p>Manfaat Perlindungan :Jika dalam perjalanan menabung Andi kurang beruntung misal sakit dan harus rawat inap, maka PRUDENTIAL akan memberikan biaya rawat inap, baik biaya kamar, biaya dokter, aneka perawatan, dan biaya sebelum masuk Rumah Sakit, Selama dan setelah masuk rumah sakit, Pokoknya komplit deh. </p>
<p>Selain itu juga PRUDENTIAL akan memberika Pengganti INCOME HARIAN kepada Orangtuanya (Pak Jhony) sebesar 1 juta perharinya. Jadi dengan orang tua tidak bekerja, karena menemani anaknya di RS maka PRUDENTIAL memberikan Pengganti Incomenya yang harusnya diperoleh jika bekerja.</p>
<p>Disamping itu jika orang tua (Pak Jhony) mengalami resiko misalnya Cacat Tetap, Sakit Kritis atau bahkan meninggal maka selanjutnya PRUDENTIAL yang akan menabung untuk Kevin, sampai dengan usia Kevin 25 tahun.</p>
<p>Jadi bisa disimpulkan, apapun resiko atau masalah yang terjadi, baik yang menimpa si ANAK atau ORANG TUA, maka DANA PENDIDIKAN akan selalu tersedia, pada saat ANDA membutuhkannya.</p>
<p>Anda tertarik??</p>
<p>Silahkan hubungi saya untuk keterangan dan penjelasan lebih lanjut di:</p>
<p><strong>Email          : riez.pahlevi@gmail.com</strong><br />
<strong>Hand phone : +62 856 8574787</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/riezapahlevi.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/riezapahlevi.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/riezapahlevi.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/riezapahlevi.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/riezapahlevi.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/riezapahlevi.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/riezapahlevi.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/riezapahlevi.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/riezapahlevi.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/riezapahlevi.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/riezapahlevi.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/riezapahlevi.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/riezapahlevi.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/riezapahlevi.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=riezapahlevi.wordpress.com&amp;blog=7454470&amp;post=156&amp;subd=riezapahlevi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://riezapahlevi.wordpress.com/2009/04/25/tersedianya-dana-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7a99c480e3df6d85478962e19f7a0ac0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Rieza</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://riezapahlevi.files.wordpress.com/2009/04/wisuda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">wisuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
